Rabu, 08 Januari 2014

Renungan Part 5 (respect)


Beberapa waktu yang lalu, social media ramai dengan ucapan belasungkawa atas berpulangnya seorang aktor terkenal hollywood, sang pemeran Brian O’Conner di film Fast Furious. Para fans film tersebut pastilah hafal dengan pria yang bernama asli Paul Walker ini, saya pun termasuk penggemar film fast furious. Dia mengalami kecelakaan yang merenggut nyawanya pada tanggal 30 November 2013 ketika dia dan temannya berkendara dalam kecepatan tinggi (saya rasa karena terlalu sering membintangi film fast furious paul walker jadi merasa sudah mahir memacu mobil di jalan raya, mungkin dia lupa bahwa dunia nyata dan film jauh berbeda…., pelajaran: jangan pernah praktekan apa yang kita lihat di film!). apapun alasan Roger Rodas, teman Paul yang menyetir saat kecelakaan itu, memacu mobilnya dengan cepat, tetap ini tidak patut ditiru.

Tak selang beberapa hari kemudian ada satu berita yang lebih mengejutkan, yaitu berpulangnya seorang manusia pendobrak politik apartheid di Afrika Selatan, yaitu Nelson Mandela. Presiden Afrika selatan yang menjabat dari tahun 1994 sampai 1999 ini meninggal 5 desember 2013 pada umur 95 tahun karena penyakit paru-paru. Berita ini pun sempat menjadi perbincangan di beberapa social media, banyak yang mengucapkan belasungkawa atas perginya Nelson Mandela.

Ada satu foto yang cukup menggelikan saya temukan di website 9gag.com, dimana foto tersebut merupakan curahan hati seseorang akan mirisnya dia melihat fenomena belasungkawa di social media tentang kepergian dua tokoh di atas, mari kita lihat penampakan fotonya:
 

Sang pembuat gambar tentunya menyindir para fans yang berkabung untuk paul walker, tapi tidak tahu sedikitpun tentang nelson Mandela, bahwa mereka adalah bagian yang salah dari dunia. Saya tidak terlalu setuju dengannya, karena mungkin para fans paul memang tidak mendapatkan inspirasi dari Mandela karena ketidaktahuan mereka, dan ternyata tindakan paul di film atau di luar film lebih menginspirasi mereka, jadi wajarlah mereka berkabung untuk menghormati paul walker (tambahan info: saat terjadi kecelakaan, paul baru pulang dari acara penggalangan dana bagi Negara yang terkena topan haiyan). Mereka yang tidak tahu, hanyalah korban, para pendidik dan orang tua merekalah yang sebenarnya (kalau kita mencari pihak yang bersalah) harus disalahkan. Di afrika selatan sendiri, dimana jasa nelson Mandela sangat besar, diadakan minggu berkabung nasional bagi Mandela. Begitu besarnya jasa Mandela, sehingga dia mendapat kehormatan yang begitu besar (kalau anda termasuk yang tidak mengenal nelson Mandela, segera cari tahu dari mbah google… ).

Hal yang menjadi perhatian saya adalah penghormatan besar yang diberikan pada dua tokoh tersebut. Ya…. Penghormatan, ketika saya melihat dalam diri saya, dalam diri orang lain, saya melihat kebutuhan akan penghormatan, manusia pada dasarnya ingin dihormati. Menurut Abraham Masloew, sorang psikolog amerika yang terkenal karena teori hierarchy of needs-nya, rasa butuh akan penghormatan adalah kebutuhan sekunder manusia. Walau sekunder, kebutuhan akan penghormatan ini sangat besar dampaknya bagi kita, saya merasakan hal itu, cobalah tengok perasaan anda, apakah anda senang ketika ada orang yang sangat menghormati anda? Jika anda jujur, jawabannya pasti iya.

Banyak hal yang bisa menjadi penyebab seorang manusia dihormati, dan salah satu penyebab dan yang paling umum saya lihat adalah harta. Seorang yang memiliki banyak harta, biasanya lebih dihormati dari yang biasa-biasa saja. Suatu hari saya menonton berita di sebuah stasiun tv tentang pelecehan yang dilakukan seorang karyawati toko tas yang mahal di sebuah Negara di eropa terhadap pembawa acara terkenal Oprah Winfrey, alasannya? Si karyawati tidak mengenal siapa Oprah dan menganggap dia tidak memiliki cukup uang untuk belanja di toko itu. Kita memang harus mengakui bahwa secara sadar ataupun tidak, pandangan materialisme sudah memenuhi kepala kita, hal itu dijadikan standar penting menilai seseorang. Namun, ada satu hal yang lebih penting yang sebenarnya dapat membuat seseorang dihormati bahkan oleh seluruh manusia di dunia di segala zaman.

Ada satu post di akun facebook dari penulis favorit saya, Gobind Vashdev, yang menarik sehubungan dengan penghormatan ini. Dia berkata bahwa tentu kita tahu siapa itu Bill gates, Donald trump yang merupakan jajaran orang terkaya di dunia saat ini, tapi apakah anda tahu siapa orang terkaya di dunia di tahun 1950an? Namun anda pasti tahu siapa Mahatma Gandhi atau Nabi Muhammad. Mereka hidup jauh dari zaman kita sekarang, tapi kita tahu mereka dan menghormati jasa mereka. Apakah mereka kaya raya? Tidak, bahkan nabi Muhammad lebih menekankan kesederhanaan dalam hidupnya, lalu apa yang membuat mereka dikenang dan dihormati? Mereka dihormati, dikenang atas apa yang mereka berikan kepada orang lain. Saya sebagai orang muslim sering diceritakan bagaimana nabi Muhammad berkorban demi umat dan sahabat-sahabat terdekatnya, dan itulah sebenarnya yang sangat melekat di hati manusia. Nelson Mandela, pun mendapatkan penghormatan yang begitu besar bukan karena kekayaan yang dia miliki, namun karena apa yang dia berikan untuk rakyat Afrika Selatan.

Tak salah pula kata-kata Winston churchil ketika dia berkata “we make a living by what we get, we make a life by what we give”. Hidup akan lebih bermakna ketika kita focus memberi, cobalah perhatikan orang-orang di sekitar anda yang rela berkorban, dan senang membantu, tentunya mereka mendapat penghormatan yang lebih dari orang-orang di sekitarnya.

Saya berkesimpulan bahwa dengan memberi, penghormatan akan datang sendiri kepada anda, dan para insan yang selalu memberi tidak pernah dengan sengaja mengharapkan penghormatan sebagai balasan apa yang telah mereka berikan. Semoga hati ini selalu tergerak untuk berbagi ya allah…. 
    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar