Rabu, 13 Mei 2015

Renungan Part 37 (susu kopong)



4 sehat 5 sempurna

Ungkapan yang sangat populer di kalangan masyarakat indonesia, siapa yang tidak tahu? Empat macam asupan yang dibutuhkan tubuh agar tetap sehat itu disempurnakan oleh segelas susu kaya kalsium. Ungkapan itu dipopulerkan pemerintah hampir selama 40 tahun, hingga akhirnya diganti menjadi makanan seimbang (setidaknya itu kata berita yang kulihat). Kurasa, dari sinilah kepopuleran susu di masyarakat kita berasal. Saking mendarah dagingnya pemahaman pentingnya susu, seakan hidup ini tidak lengkap jika tanpa meminumnya barang sehari. Seakan anak-anak kita tidak akan berkembang dengan baik jika tidak diberi susu sejak dini.

Kalau kita adalah korban iklan, maka anda akan percaya sepenuh hati bahwa tanpa susu formula anak-anak kita tidak akan menjadi anak yang luar biasa, karena kecerdasan mereka tidak optimal tanpa susu, atau kita akan percaya bahwa di masa tua tulang kita akan keropos tanpa meminum susu untuk manula. Kita harus sadar bahwa iklan Cuma kebohongan, tidak ada kebenaran barang sedikitpun dalam iklan. Mereka menjual mimpi.

Jika begitu, apakah susu itu benar benar penting? Atau hanya akal-akalan pengusaha agar produknya laku?

Menurutku, susu memang penting, sepenting tempe, tahu, dan sayur. Ia memiliki keutamaannya sendiri. Pernah suatu waktu aku bertanya ke temanku yang seorang ibu muda, “jika anak tidak diberi susu formula tidak apa-apa kan?” Dia menjawab ya tidak apa-apa, tapi.... (kata tapi menegasikan semua ide yang muncul sebelumnya). Intinya dia merasa bahwa tanpa susu, tidaklah lengkap, dengan susu menjadi lebih baik. Ini semacam indikasi pemikiran bahwa susu sangatlah penting melebihi yang lainnya, tak aneh jika susu anak menjadi item wajib dalam belanja bulanan, dan banyak ibu mengeluh jika uang belanja tidak cukup untuk beli susu, atau jika uang mereka habis karena harus membeli susu (yang cenderung mahal).

Kurasa disinilah akal-akalan pengusaha susu. Negara kita adalah pasar besar bagi produk susu, buktinya berbagai varian produk susu ada di kita (katanya di luar negeri, tidak ada). Mulai dari susu ibu hamil, susu balita, susu ibu menyusui, susu anak-anak, susu remaja, susu penambah berat badan, susu penurun berat badan, susu penambah masa otot, dan susu manula. Sepertinya, setiap jengkal hidup kita dipenuhi oleh keharusan minum susu. Dengan pikiran yang telah terpola bahwa susu itu sangat penting, dan beberapa iklan yang penuh kebohongan, jadilah kita pembeli dari berbagai produk susu itu.

Di sini, kita dipaksa secara tidak langsung untuk membeli produk yang nampak sangat esensial bagi keberlanjutan hidup padahal biasa-biasa saja.   

Tulisan ini terinspirasi oleh tayangan berita 360 di Metro TV


Tidak ada komentar:

Posting Komentar